Di pesisir utara Jawa, batik tumbuh di tengah lalu lintas dagang. Pembeli datang dari banyak arah, dan tiap rombongan membawa kesukaan warnanya sendiri.
Merah dari pewarna Tiongkok, biru indigo yang sudah lama dikenal, hijau yang jarang muncul di batik pedalaman — semuanya bertemu di satu kain.
Hasilnya bukan sekadar meriah, melainkan catatan siapa saja yang pernah singgah.