Cirebon, Jawa Barat, Jawa
Mega Mendung tumbuh di Cirebon, kota pelabuhan tempat pedagang Tiongkok berlabuh sejak berabad silam. Bentuk awan berlapisnya berkerabat dekat dengan motif awan pada keramik dan su...
Mega Mendung tumbuh di Cirebon, kota pelabuhan tempat pedagang Tiongkok berlabuh sejak berabad silam. Bentuk awan berlapisnya berkerabat dekat dengan motif awan pada keramik dan sulaman Tiongkok.
Yang membuatnya khas Cirebon adalah gradasi warnanya: satu awan disusun dari beberapa tingkat kepekatan, biasanya tujuh lapis.
Awan yang menggantung sebelum hujan dibaca sebagai kesabaran — menahan diri sebelum memberi. Karena itu pemakainya diharapkan berkepala dingin, tidak mudah meledak.
Tujuh lapis warnanya sering dikaitkan dengan tujuh lapis langit dalam kosmologi setempat.
Garis lengkung awan dituliskan dengan canting bermata sedang agar alirannya tetap luwes. Bagian tersulit adalah menjaga jarak antarlapis tetap seimbang.
Gradasi dibangun dengan pencelupan bertahap: bagian terdalam ditutup malam lebih dulu, lalu dibuka lapis demi lapis pada tiap putaran celup.
Lebih santai dibanding motif keraton, sehingga cocok untuk busana harian maupun acara semiformal. Populer pula sebagai kemeja dan selendang.
Bukan motif larangan. Justru sejak awal berkembang di lingkungan pesisir yang terbuka, sehingga bebas dikenakan siapa saja.
Motif Parang Barong hanya boleh dikenakan Sultan dan keluarga kerajaan—pelanggaran bisa berakibat hukuman berat.
Pilih warna, kain, dan detail finishing untuk batik Anda sendiri.
Mulai Personalisasi